25 Oktober 2009

Banyak Guru Yang Tak Layak Jadi Guru

Ada yang menarik ketika saya membaca suau artikel dalam dunia pendidikan. Bahwa dari sekitar 2,8 juta guru berbagai jenjang pendidikan, banyak yang sebenarnya tidak layak menjadi guru profesional. Ketidaklayakan ini antara lain karena tingkat pendidikan guru yang tidak memenuhi syarat serta belum memiliki sertifikat pendidik.


Guru yang tidak layak ini sebagian besar justru guru di tingkat taman kanak-kanak (TK) dan sekolah dasar (SD). Di TK, berdasarkan data pendidikan nasional Depdiknas 2007/2008, sekitar 88 persen tak layak serta di tingkat SD sekitar 77,85 persen yang tak layak jadi guru.

Di tingkat sekolah menengah pertama (SMP) sekitar 28,33 persen guru yang tak layak mengajar, di sekolah menengah atas (SMA) sekitar 15,25 persen, serta di sekolah menengah kejuruan (SMK) sekitar 23,04 persen.

Ketidaklayakan guru itu sebagian besar karena tidak memenuhi kualifikasi pendidikan minimum D-IV atau strata 1 yang kini dipersyarakatkan pemerintah. Guru yang mengajar di TK dan SMP umumnya berpendidikan SMA hingga diploma.

Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulistiyo di Jakarta, Jumat (23/10), mengatakan, meningkatkan mutu guru tidak bisa ditawar lagi. Peningkatan itu juga mesti seiring dengan peningkatan kesejahteraan guru.

”Harus ada keberpihakan semua pihak untuk menjadikan guru Indonesia bermartabat dan profesional. Harus diatur supaya gaji guru layak, minimal bisa sama dengan upah minimum di daerah,” ujar Sulistiyo.

Praktisi pendidikan Arief Rachman mengatakan, guru harus mampu melayani siswa dalam keragamannya sehingga potensi siswa bisa berkembang. Guru juga mesti berkreasi menciptakan sistem pembelajaran yang menyenangkan.

Secara terpisah, Bupati Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Idham Samawi mengatakan, Bantul merupakan kabupaten terbanyak yang memiliki guru pascasarjana. Dari sekitar 4.500 guru yang mengajar di semua sekolah di Bantul, 158 orang di antaranya mengantongi ijazah pascasarjana. Sebagian besar adalah pengajar di tingkat SMA dan SMK. ”Jumlah guru bergelar master tersebut terbanyak se-Indonesia,” kata Samawi.

2 komentar :

  1. mw ikutan kasih comment nih,
    Berdasarkan instruksi pemerintah ttg kelayakan guru tuk mengajar maka setiap guru harus memiliki sertifikasi guru. Salah satu syarat tuk dpt srtfkt tsb adlh aktifitas guru dng mengkt seminar.
    ada curhat nih ttg hal itu...dr situ guru berlomba2 tuk menghadri seminar at diklat meskpn saat itu ada jdwal mengajar, shg murid hny d beri tugas dan bljr sendiri. Guru jadi mengabaikan tugas yag paling penting, yaitu mengajar. serng kali diklat atau seminar di adakan hingga 2 minggu...
    Klaupun dah dapat sertifikat guru cara mengajar jg tetap sama....
    demikian curhatnya...
    Salut bwt Andre yang juga perhatian dgn dunia pendidikan.
    Trims. JBU

    BalasHapus
  2. waw trimakasih ya kak atas informasi nya yang sangat menarik... memang kita tau klo dunia pendidikan Indonesia sudah agak kurang dari titik Fokus para pengerak pendidikan sehingga menjadi terlambat dari pada negara2 yang lain

    hehehe

    BalasHapus

RELATED POST :